Sex ??

Dalam suatu keadaan tertentu, sex bukanlah suatu hal yang utama dalam suatu hubungan, tidak jauh lebih penting dari komitmen diantara dua pasang jiwa yang berelasi.

Ikatan dan kebersamaan adalah hal yang lebih utama dalam suatu hubungan, interaksi satu sama lain dalam bentuk kepedulian dan kasih sayang lebih mendominasi suatu hubungan yang sehat secara psikologis, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada sex itu sendiri.

Tapi bukan berarti mengenyampingkan sex, sex adalah suatu symbol perwujudan dari ikatan dan kasih sayang yang terjalin antara 2 manusia yang merasakan hal yang sama.

Perwujudan cinta dan kasih sayang ini menggambarkan pernyataan yang utuh dari 2 jiwa yang terpisah tapi terikat oleh suatu perasaan dan ketertarikan yang sama dalam bentuk sex, baik itu berupa kiss, hug, hubungan intim ataupaun sekedar sentuhan-sentuhan kecil.

Sex bisa di ibaratkan sebagai suatu fasilitas yang dapat menyalurkan arti dari kasih sayang itu sendiri dari suatu bentuk yang semu menjadi sesuatu yang real.

Ketika 2 orang manusia memiliki ketertarikan dan keterikatan yang sama, mereka menjalani sesuatu yang di sebut dengan kebersamaan, dari kebersamaan itulah cinta tumbuh melalui berbagai caranya masing-masing.

Setiap orang berusaha menunjukkan perasaan mereka, baik itu melalui kepedulian, perhatian atau bahkan dengan kecemburuan sekalipun.

Tapi semua itu hanya perwujudan psikologis yang secara visualisasi amat semu.

Dua aspek yang sangat berpengaruh dan sangat penting dalam mencapai suatu kesempurnaan, adalah aspek psikologis dan anatomis.

Anatomis di sini adalah fungsi badaniah seksual yang terwujudkan dari sebuah kesamaan rasadan ikatan antar dua manusia.

Jadi, ketika aspek psikologis ini sudah tercapai, manusia telah merasakan setengah dari bentuk kesempurnaantersebut, menjadikan tumbuhnya rasa aman dan tenang dalam diri manusia.

Tapi, tidak cukup semua itu, manusia menempuh jalan untuk mencapai setengah dari kesempurnannya menjadi sempurna yang sempurna.

Perwujudan cinta kasih yang bersifat psikoseksual tersebut mulai melangkah ke tahap yang bersifat anatomis.

Meminjam istilah lingga dan yoni, kedua kata inilah yang selanjutnya menjadi bentuk perwujudan akhir dari sebuah proses pernyataan cinta dan kepedulian antara dua manusia satu sama lain.

Dari proses inilah, lahirlah anak-anak manusia yang merupakan bukti nyata, real dan visual dari perwujudan cinta dua orang manusia yang memiliki keterikatan.

Bahakan bisa dikatakan, anak adalah bentuk nyata dari penyatuan dua manusia yang memiliki ketertarikan dan perbedaan-perbedaan yang tidak dapat di satukan sebelumnya. Tapi dengan adanya anak, inilah bukti bahwa perbedaan-perbedaan tersebut bisa menjadi kesatuan yang utuh, berpadu secara harmonis dalam diri seorang anak manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s