lelaki puisi

Lelaki telah melahirkan nada dan kata yang bersilang bersambutan silih berganti. Debar debur jantung menggantikan lidah yang terkatup rapat saat dua jiwa bersua dalam titik rendah yang menguburkan ke-akuan. Mata yang sayu menenggelamkan segala resah yang membayang di antara hitamnya kantung mata yang mengelayut. Lelaki adalah rahim yang melahirkan dunia puisi bagi perempuan jala(ng)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s