Lelaki dekil bernama Rio

senin malam 12 desember ’05, kereta api senja

utama gerbong 3 kursi 3D, perjalanan jakarta-jogja.

lelaki dekil itu bernama Rio, tapi aku lebih suka memanggilnya jengki. si dekil itu duduk di kursi sebelahku dengan menyelonjorkan kedua kakinya dan menutupi wajahnya dengan handuk kumal berwarna hitam atau biru atau…entahlah…yang jelas dekil juga.

awalnya kupikir si jengki ini salah satu copet yang biasa beraksi di atas K.A. gayanya hampir-hampir mengingatkanku pada salah satu copet yang pernah mengerjaiku sekaligus menjadi sahabatku beberapa waktu yang lalu. celana hitam ketat ala rock n roll di padu t-shirt kumal berwarna gelap. rambutnya, aih..aih…kacau balau !

tak di sangka tak di duga, gaya boleh saja keliahatan garang tapi sikap bisa jadi mellow dan naif. si jengki bukan anak yang terlihat kalem meskipun gak bisa di bilang bandel. demennya nyolongin warning board di gerbong kereta. dengan muka inocent celingak-celinguk curi-curi kesempatan yang tepat. jika nanti PTKA mengeluh kehilangan warning board, bisa jadi makhluk satu ini adalah salahsatu tersangka utama.

jengki ini lelaki biasa-biasa, bukan tipe lelaki yang biasa menarik perhatianku. namun satu hal yang istimewa tentang si dekil satu ini adalah gaya dan tingkahnya yang selalu mengundang tawa. senyum naifnya itu kadang bikin gemes sekaligus ngeselin. si jengki ini temen yang menyenangkan, saking menyenangkannya aku hampir tidak sadar kalau dia benar-benar dekil and the kumel.

konon, bapaknya si jengki adalah salah satu bule yang nyasar di indo, tapi entah darimana si jengki bisa mendapatkan anugerah menjadi orang dekil. mama nya jelas tak salah. there’s nothin wrong with her. bisa jadi, menjadi dekil adalah takdir yang harus di terima lelaki bernama Rio itu.

senin malam 19 desember ’05, kamarku yang hijau amburadul, perjalanan menuju dunia mimpi.

aku menyempatkan sedikit waktu untuk menuliskan cerita tentang seorang teman yang baru ku kenal. namanya Rio, tapi aku lebih suka menyebutnya jengki saja.

beberapa hari terakhir si dekil sibuk bercerita tentang gadis kesayangannya yang bernama Rini. tentang segenap rasa yang memenuhi ruang hatinya dengan warna-warni indah; segenap ruang dan waktu

tentang gadis manis mungil berkacamata. semua yang tertumpah adalah tentang Nini. semua nada, kata, abjad dan musik adalah segala hal tentang gadis manis itu. cinta mati…hahaha….cinta mati pada gadis kalem itu, begitu katanya berulang kali.

namun apa hendak di kata, tak semua kisah cinta semanis cerita-cerita dalam dongeng lama. kisah kasih si dekil dan gadis manis bernama Nini harus berakhir di hari minggu yang mendung di tengah hari ketika para lelaki dan gadis lainnya memadu kasih dalam hangatnya pelukan di tengah musim dingin.

lelaki bernama Rio alias jengki itu membeku.

Kenapa?

Tak usah larut dalam duka. Rasa kehilangan hanya bagian kecil dari episode hidup yang kan kau lalui. Orang-orang yang kita cintai kan terus datang dan pergi. Kedatangan adalah suatu anugerah. Kehilangan bukanlah akhir dari segalanya.

Makna tidak menyatu pada keberadaan seseorangyang kita cintai, makna adalah tentang apa yang pernah tergoreskan dalam hati menjadi sebuah pengalaman rasa yang takkan terlupakan dan memberi kesan yang dalam pada jiwa kita.

Orang-orang boleh datang dan pergi sesuka hati mereka. Tapi hati kita kan tetap kokoh berdiri di tempat yang semestinya.

Aku percaya padamu; kehilangan takkan melemahkanmu.takkan menjadikanmu papa dan tersesat. Aku yakin padamu; kehilanganmu kali ini kan membuatmu semakin tegar dan kuat.

Lihatlah…matahari tetap muncul di setiap pagi meski bumi kadang mengkhianatinya. Rumput dan ilalang tetap tumbuh di jalanan di mana manusia biasa menginjak-nginjaknya.

Hidup bukan tentang apa yang seharusnya kita terima, melainkan tentang apa yang seharusnya kita lakukan. Tak ada waktu untuk mengeluh dan mencari-cari alasan. Hidup menunggu untuk di jalani. Biarpun orang-orang membuat kita marah, kecewa dan terluka, namun hidup harus terus berjalan. LIFE GOES ON BABY….

Kini dan nanti akan ada banyak kehilangan yang harus kau hadapi. Hingga suatu saat kau sadar tak ada lagi luka yang tersisa akibat rasa kehilanganmu itu. Pada titik itu kehilangan takkan menjadi penting bagimu, karena kita tak mungkin kehilangan apapun yang tak pernah kita miliki.

Kita terlahir dalam keadaan telanjang sendirian tanpa membawa suatu apapun. Begitu pula dalam hidup, kita tak memiliki suatu apapun selain diri kita sendiri; hati-jiwa-fikiran-raga. Maka semua yang seakan milik kita adalah bukan milik kita.

Jengki, tersenyumlah untukku sekali saja J

Thanks 4 all….i spent a good time with you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s