Wartawan perlu belajar etika

Saya kecewa melihat beberapa wartawan di lapangan. Sangat bertentangan dengan keyakinan yang saya anut. Entah saya terlalu gila dengan idealisme atau memang beberapa wartawan perlu belajar kembali mengenai Etika.

Sebagai contoh, ketika para wartawan datang ke acara suatu launching baik itu sinetron/buku/album atau film baru. Bukannya menyimak host yang sedang membawakan acara, namun para wartawan asyik mengobrol atau menikmati hidangan pembuka. Bukan berarti kita harus serius mendengarkan mereka, namun bersikap tidak gaduh dan memberi sedikit perhatian adalah suatu tindakan yang terhormat.

Justru ketika acara berakhir, para wartawan ribut berebutan mengambil posisi aman untuk meminta wawancara pada para artis/selebriti yang menjadi pengisi acara.

Tindakan tak tahu malu dari ukuran seseorang yang selesai strata pendidikan S1. Seakan datang ke suatu acara sebagai pemenuhan kebutuhan liputan, namun lupa untuk menghargai tuan rumah/acara yang telah memberi kesempatan untuk menghadiri kegiatan tersebut. Bayangkan jika ada tamu yang datang ke pesta kita dan tak menghiraukan kita, bagaimana rasanya? Namun ketika mereka butuh baru mereka berlarian ke arah kita. Bukankah itu hal yang sangat menyebalkan?

Sepertinya para wartawan kita harus belajar PPKN lagi dari awal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s