Bapak Tua dan Aura

dalam seminggu ini aku telah bertemu dengan 2 orang yang memancarkan aura luar biasa indahnya..

orang pertama adalah seorang lelaki tua berumur 50 tahunan. aku bertemu dengannya hari rabu malam pukul 22.30 WIB di lampu merah pekayon bekasi barat. saat itu aku tengah duduk di dalam sebuah taksi dan tiba-tiba seorang loper koran lewat di depan jendela taksiku. sekelebat wajahnya begitu cerah menenangkan, meskipun garis-garis tua memenuhi seluruh wajahnya dengan rambut yang telah berubah warna menjadi abu namun pancaran auranya menyengat di antara malam yang sesak. di balik baju kusutnya dan tubuhnya yang mulai membungkuku, wibawa dan kebijaksanaan terpancar begitu indahnya. aura yang menenangkan terpancar dari sekujur tubuhnya yang kecil itu.

langsung kubuka jendela ku dan meminta sebuah koran darinya, selembar uang lima ribu yang kuberikan padanya di sambutnya dengan senyuman, namun ketika taksi ku mulai melaju aku baru sadar bahwa bapak tua tadi telah salah memberi kembalian, lebih seribu rupiah. sepanjang perjalanan ku malam itu menuju rumah aku tak bisa melepaskan ingatanku dari bapak tua itu, tak terasa air mataku bercucuran mengingatnya, baru kali ini semenjak aku pindah ke kota ini aku bertemu dengan seseorang yang memiliki aura begitu indahnya, aura yang memukau yang hanya dimiliki oleh mereka yang akan menyambut ajalnya dengan janji tuhan yang indah telah di persiapkan baginya. namun entah mengapa aku yakin bapak tua itu tak menyadari betapa indah aura yang di milikinya.

semalam tanpa sengaja aku lewat lagi ke lampu merah pekayon, ketika aku berada di angkot pada jam 23.30 malam aku melihatnya lagi tengah berdiri di tengah jalan menawarkan korannya. aku langsung turun dan berlari ke arahnya. bapak tua itu melihatku dan menghampiriku, aku hanya ingin mengembalikan uang seribuan yang telah ia berikan lebih padaku beberapa malam lalu. dan dengan senyuman yang bahagia ia menerima uang itu dan menyebut alhamdulilah.
subhanallah, ia masih bisa bersyukur atas uang seribu rupiah !
aku bahagia telah mengembalikan uang itu dan kembali bertemu dengannya.

orang ke dua yang ku temui adalah seorang lelaki juga, berumur sekitar 50 tahunan juga, namun ia tampil lebih rapih dan bersih. aku hanya beberapa detik berpapasan dengannya di halte busway senen, diantara keramaian orang yang lalu lalang mataku bisa langsung menangkap kehadirannya dan meliriknya hanya untuk melempar senyum. ia berjalan di depan ku dengan baju batiknya yang berwarna coklat keemasan, ia membawa beberapa lembar kertas besar yang berisi tulisan entah apa, mungkin ia juga seorang pedagang. hanya dua detik kami bertatapan sebelum kami akhirnya melaju kembali.

kedua lelaki itu telah mengejutkanku dan aku merasa sangat terhormat dapat bertemu dengan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s