Tak ada sunset kali ini

Kediri. Sabtu, pkl 14.30
Hujan masih deras saat aku dan tika turun dari bis. Kami berteduh di halte bis, sebelum melanjutkan perjalanan dengan becak menuju statsiun.

” Kereta telat, solo banjir” tika mengulangi kabar yang baru saja dikirim kapit lewat sms. kami terlalu lelah untuk meneruskan percakapan. kupandangi hujan dalam diam,lalu meneruskan perjalanan.

kereta baru akan tiba pukul 18.00, 3 jam lebih dari jadwal yang seharusnya. kursi-kursi tampak penuh oleh para calon penumpang yang menunggu. kami memutuskan menumpang istirahat di sebuah balai RW tepat di depan statsiun. beberapa pemuda tampak asing bermain musik,dua orang lelaki setengah baya sibuk membuat bingkai kayu. aku dan tika duduk di lantai bersandar pada dinding bercat merah muda. seorang lelaki masuk dan membawakan kami teh panas pemberian mereka.

“terimakasih”kataku

segelas teh panas membuatku merasa tenang. setelah 10 hari berkeliling melakukan sosialisasi samsara,aku mulai merasa lelah dan sakit. segelas teh hangat membuatku merasa diterima dan diperhatikan. senyum mulai mengembang di wajahku.

sebulan aku meninggalkan jogja,berpisah dengan dinding kamar dan sebatang pohon di depan teras kamar,kedua sahabatku. perutku hampir selalu kenyang sebulan ini,tak perlu risau memikirkan malam yang dingin atau kasur yg tipis. kenyamanan kunikmati dengan penuh rasa syukur.

hari ini aku kembali ke jogja. i feel fear inside, kalut memikirkan hari esok. berkutat dengan rasa lapar,kritikan-kritikan pedas dan kesepian yang membunuh pelan-pelan. Ah,inilah jalan hidup yang kubuat dengan tanganku sendiri. jauh lebih muda jika aku menyerah dan kembali ke keluargaku. namun aku percaya bahwa lelah dan lapar adalah bagian dr perjuangan menggapai mimpi.tidak akan lama hingga cahaya kembali muncul

Pkl 17.30 dan kereta tak kunjung tiba,tak ada sunset kali ini. sunset yang biasa menyambutku di nganjuk,sunset yang selalu mengingatkanku akan rasa sepi,membuatku ingin pulang ke rumah yang hangat di sambut wajah-wajah yang tersenyum,dengan peluk cium yang hangat. jendela kereta malam ini akan gelap,hanya aku memandang kekosongan.

i’m on my way,back to reality..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s