Sekat 7.000 mil

Terkadang aku bertanya, mengapa tuhan memberi pertanda pada pertemuan pertama kita. Mengapa begitu mudahnya aku melihat diriku di dalam dirimu. Bak sebuah angin semilir di tengah panas yang membakar, aku mencium bau hidupku di antara bau nafasmu.

Cinta 7.000 mil yang terpisah oleh sekat jarak, budaya, agama, nasionalitas, dan krisis global. Huh, yang terakhir ini ternyata dampaknya jauh lebih besar dari sekat apapun. Aku ingin mencoba bersamamu, sayangku. Tak ada yang sulit jika kita menginginkannya, kecuali membuat ibuku percaya bahwa kulit putih dan kepercayaanmu tak begitu saja mendefinisikan dirimu.

Satu tahun lebih aku merindukan bola mata jernihmu itu, lebih dari 430 hari aku hidup dalam bayang-bayang dan harapan, diantara bahagia dan tangis yang menari-nari di ruang hatiku. Ku kuatkan hatiku, Jika memang ini cinta, maka akan membawa kekuatan. Jika bukan, akupun takkan mati karenanya.

Alunan gending jawa telah membuat kita menemukan rumah di setiap masing-masing yang kalut oleh budayanya. Entah siapa yang dengan sengaja telah merencanakan pertemuan ini jauh hari sebelumnya, hingga kisah dari selatan bisa menemukan jawabannya di bawah rindangnya pohon beringin. Hingga kerasnya hatiku bisa luluh oleh keteduhan matamu itu.

Satu demi satu cerita sudah kita susun, sebagian bukan milik kita. Ketakutanku tak berarti lagi, karena pada akhirnya kita menemukan jalan kita diantara ricuhnya kisah dan sejarah para tetua yang tercecer di perjalanan kita. Kita akhirnya menemukan potongan milik kita.

Aku masih akan menunggu. Kedatangan mu hanya menunggu perputaran bulan sejengkal. Namun jika dalam 12 purnama kau tak juga datang, aku takkan menunggumu lagi. Aku kan berlari mengejarmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s